Epilog Kehidupan Tuan Daun !

Senin, 23 Januari 2012


Laksana malam yang menghantui sang fajar agar segera terbit. Mendesah diantara pekatnya yang kian membekukan hati ini. Hingga dipenghujung fajar, aku masih pada diamku yang menggalaukan hati . Adakah  seseorang yang dapat menenangkan hati ini ? adakah seseorang yang dapat menarikku dari kemelut jiwa yang kian bergemuruh ? lalu siapa yang dapat menolongku ? saat orang tua, saat sahabat, saat teman tak ada disisi tak dapat mengerti diri ini ?.
Lalu aku betanya pada daun yang bergerak jatuh dari tempatnya, “apakah kau tahu pada siapa aku harus mengadu ?” daun itu menjawab “ mengadulah pada dzat yang menciptakan-Mu, pada dzat yang menakdirkanku jatuh dari tempatku yang damai diatas sana.”

Aku mengangguk pelan meng ‘iya’ kan sambil tetap menela’ah perkatan si daun tua. “kenapa kau tak marah, saat pencipta menjatuhkanmu dari istanamu yang tinggi diatas sana, yang sejuk nan damai ?” daun itu mengulum secarik senyum manis lalu menjawab pertenyaanku yang mungkin sedikit lucu baginya, “hei, anak manis yang sedang galau hatinya, yang sedang gundah hatinya, apakah kau tahu tentang rahasia dan teka-teki Tuhan ? ini adalah takdirku, yang harus menjadi kesyukuran agar aku tidak hidup sis-sia.”
Aku sedikit bingung dengan perkataannya, lalu aku kembali bertanya, “apa maksudmu tuan daun ? ada apa dengan kesyukuran dan sisa hidupmu ?” tuan daun kembali tersenyum “ kehidupan itu adalah roda, selalu berputar, sama halnya dengan diriku, dulunya aku daun muda yang kuat, yang tahan akan terpaan angin kencang, sampai akhirnya aku menjadi tua, lapuk dimakan usia hingga angin yang hanya melambai lembut menghempasku dari istanaku diatas sana, saatnya aku berpisah dengan keluarga kecilku dan saatnya daun muda baru menggantikanku bertahan atas angin kencang yang akan menerpa dahan ranting, istanaku.
“itu saja tuan daun?” tuan daun mengangguk lalu melanjutkan kisahnya “ kau sudah mengertikan? Aku tidak ingin larut dalam kesedihanku karena berpisah dengan keluargaku, bahkan aku harus bersyukur karena jika aku jatuh diatas tahah ini, aku akan menjadi sumber makanan si tuan ulat agar tanah ini akan tetap subur dan manusia seperti dirimu dapat menggunakannya sesuai fungsinya”
Aku mengagguk mantap, mengerti maksud dari si tuan daun yang telah tua. “ bersabarlah serta bersyukurlah atas apa yang menimpamu anak kecil, ok ? jangan pernah merasa kecil saat masalah besar datang menghantuimu, tapi katakanlah pada masalah besarmu itu bahwa aku memiliki Allah yang Maha besar yang dapat membantumu setiap engkau memerlukannya. Percayalah !”  keep smile  .

0 komentar:

Posting Komentar

 
Mawarda © 2011 | Designed by Interline Cruises, in collaboration with Interline Discounts, Travel Tips and Movie Tickets