Perumahan Muara Sarana
Indah blok F.30, Malang
11 November 2011, 06 : 34
Pagi, masih dibulan November A,
masih dibulan yang sama, awal dari semua
kesibukan mahasiswa. Awal semua tekanan bermula dibulan ini. Pagi ini aku
baik-baik saja, melihat jemuran-jemuran dihalaman belakang rumah kembali basah
karena hujan sore kemarin membuat aku sedikit menggerutu dalam hati. Kau bisa
bayangkankan? Bagaimana sakitnya melihat jemuran berderet rapi yang nyaris kering seketika basah kuyup
kembali diguyur hujan kemarin sore. Ah sudahlah, itu telah terjadi A, bukan itu
yang kupermasalahkan sejak kemarin sore sebenarnya. Bukan.
November yang kembali beku, dengan
kalimat patah-patah yang selalu kau ungkapkan setiap pertemuan. Kau pergi tanpa
permisi, sama sekali tidak ada kabar. Lalu tiba-tiba kau menghilang begitu
saja. A ada banyak hal yang ingin kusampaikan hanya saja November menjadikan
segalanya begitu terasa beku, yah, beku tanpa kata dipenghujung gerimis hujan
yang selalu turun dibulan ini.
Kau pernah bercerita padaku, bahwa
kita mencintai segala sesuatu yang
sewaktu-waktu akan pergi, yang sewaktu-waktu bisa jadi diambil bahkan
sewaktu-waktu segala sesuatu itu bisa mati. Sekarang aku faham, bagaimana Tuhan
bersikap adil. Bagaimana rasa sakit itu dipasangkan dengan suatu hal yang boleh
jadi lebih baik dari rasa sakit itu. Bagimana Tuhan meminta kita belajar,
mengambil hikmah dibalik setiap kejadian. Terima kasih A, terima kasih.
Aku belajar tentang bagaimana
melepaskan hal yang bukan milik kita. Belajar untuk tidak merusak jalannya
cerita dengan belajar menerima bukan hanya tentang hal kebaikan tapi belajar
menerima hal yang lebih sakit dari sebuah kehilangan. Bahwa sebenarnya aku,
kamu A, dan mereka tidak pernah memiliki apa-apa. Hanya sebuah janji yang kita
bawa sejak kita belajar menangis, bagaimana kita belajar, melihat, mendengar
dan merasakan bagaimana kehidupan itu.
Disebalik jendela kamar ini, aku
melihat potongan dunia, menyaksikan hujan di bulan November kembali turun,
selamat pagi bumi yang kembali berimbun dengan gerimis manja hujan bulan November,
dan selamat pagi untuk jemuran yang kembali basah pagi ini. selamat pagi A,
selamat pagi yang kembali beku oleh dingin bulan November.
Nothing lasts forever, even cold
november rain :)


0 komentar:
Posting Komentar