![]() |
| Muliakan 'Ia' sebagaimana Ia tanpa lelah mencintaimu tanpa pamrih |
Malang, Perum Muara Sarana Indah blok E.7
Dipenghujung malam,5 Desemeber 2012 .
Bulat cintamu tak
separuh hari.
Bukan seperti pagi
yang akan berakhir saat matahari condong
Bukan seperti petang
yang akan berakhir dipenguhung senja
Bukan seperti malam
yang akan berakhir di ufuk timur fajar
Namun cinta
sepanjang masa yang bertepi pada kuasa Tuhan
Aku mengenal kasihmu dengan caraku sendiri
Dalam dekap tiap pelukan hangatmu
Pada tiap malam separuh yang singka
Engkau membisikkan bahasa-bahasa cinta
Agar aku belajar mengenal duniaku kelak
Senyum serta
bahagiaku tak pernah bisa kulukis diatas kanvas
Saat hari-hariku kau
penuhi cerita-cerita dari syurga
Menyanyikan lagu
melodi pendek disetiap petang
Agar aku pandai
merangkai sajak untuk Tuhan, katamu
Kurangkai sajak rindu terbaik yang pernah kutulis
Berharap Tuhan meniupkannya padamu yang jauh disana
Pada malaikat berparas ayu nan bersahaja
Yang tiap malamnya mengalunkan doa ditiap sujudnya
Untuk anaknya yang berjuang ditanah kampung orang.
Kurangkai sajak rindu terbaik yang pernah kutulis
Berharap Tuhan meniupkannya padamu yang jauh disana
Pada malaikat berparas ayu nan bersahaja
Yang tiap malamnya mengalunkan doa ditiap sujudnya
Untuk anaknya yang berjuang ditanah kampung orang.
Meski kau masih
menganggapku kecil
Ibarat
kelopak-kelopak mawar muda
Yang kau takutkan
gugur ditiup angin
Dan kau cemaskan
akan rapuh dan lemahku
Menjalani cerita
Tuhan tanpa dirimu yang jauh
Sejatinya aku ingin seperti mawar yang kokoh
Kuat, berduri yang mampu melindungi diri sendiri
Agar engkau tahu, aku bukan mawar kecil lagi
Namun, masih ingin dalam dekapan hangatmu bunda..
Sejatinya aku ingin seperti mawar yang kokoh
Kuat, berduri yang mampu melindungi diri sendiri
Agar engkau tahu, aku bukan mawar kecil lagi
Namun, masih ingin dalam dekapan hangatmu bunda..
Maka dengarlah sajak rindu yang kurangkai
Yang kualunkan
semalam suntuk dalam sujudku
Lalu kutumpahkan
harapan pada Tuhan pemilik semesta
Agar engkau selalu
bernaung dibawah kasih Tuhan
Selamanya aku mencintaimu
dengan caraku sendiri.


0 komentar:
Posting Komentar