Sajak Rindu untuk Bunda

Minggu, 23 November 2014



Muliakan 'Ia' sebagaimana Ia tanpa lelah mencintaimu tanpa pamrih

Malang, Perum Muara Sarana Indah blok E.7
Dipenghujung malam,5 Desemeber 2012 .
Bulat cintamu tak separuh hari.
Bukan seperti pagi yang akan berakhir saat matahari condong
Bukan seperti petang yang akan berakhir dipenguhung senja
Bukan seperti malam yang akan berakhir di ufuk timur fajar
Namun cinta sepanjang masa yang bertepi pada kuasa Tuhan

Aku mengenal kasihmu dengan caraku sendiri
Dalam dekap tiap pelukan hangatmu
Pada tiap malam separuh yang singka
Engkau membisikkan bahasa-bahasa cinta
Agar aku belajar mengenal duniaku kelak
Senyum serta bahagiaku tak pernah bisa kulukis diatas kanvas
Saat hari-hariku kau penuhi cerita-cerita dari syurga
Menyanyikan lagu melodi pendek disetiap petang
Agar aku pandai merangkai sajak untuk Tuhan, katamu

Kurangkai sajak rindu terbaik yang pernah kutulis
Berharap Tuhan meniupkannya padamu yang jauh disana
Pada malaikat berparas ayu nan bersahaja
Yang tiap malamnya mengalunkan doa ditiap sujudnya
Untuk anaknya yang berjuang ditanah kampung orang.
Meski kau masih menganggapku kecil
Ibarat kelopak-kelopak mawar muda
Yang kau takutkan gugur ditiup angin
Dan kau cemaskan akan rapuh dan lemahku
Menjalani cerita Tuhan tanpa dirimu yang jauh
Sejatinya aku ingin seperti mawar yang kokoh
Kuat, berduri yang mampu melindungi diri sendiri
Agar engkau tahu, aku bukan mawar kecil lagi
Namun, masih ingin dalam dekapan hangatmu bunda..

Maka dengarlah sajak rindu yang kurangkai
Yang kualunkan semalam suntuk dalam sujudku
Lalu kutumpahkan harapan pada Tuhan pemilik semesta
Agar engkau selalu bernaung dibawah kasih Tuhan
Selamanya aku mencintaimu dengan caraku sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Mawarda © 2011 | Designed by Interline Cruises, in collaboration with Interline Discounts, Travel Tips and Movie Tickets