A Poem -Perih Yang Tercekat-

Jumat, 02 Desember 2011

Aku ingin berteriak
Tapi tercekat di pangkal leher
Aku ingin menangis
Tapi tercekat diantara kedua mata
Aku ingin meronta
Tapi tercekat di sudut hati
Aku ingin kau disini
Tapi tercekat oleh takdir Tuhan
                                        Perih…
                                        Memenuhi rongga dada
                                        Rindu…
                                        Menatap sisa puing rasa
Berdiam diri bersama kelabu
Kurobek kisah yang berlalu
Kupelukangin yang menderu
Membuang khayal tentang dirimu
                                        Jangan pergi
                                        Tetaplah berama mawar kecil
                                        Temani ia melihat  semesta
                                        Meski harus ada
                                        Derita yang tercekal


2 komentar:

  1. Miftah Al-khaer mengatakan...:

    betul-betul tercekat...
    di sini tecekat...
    di sana tercekat...
    dimana-mana tercekat...

    huuhh...tapi untunglah mata ini
    mata ini tak tercekat oleh batu ayam goreng
    untungnya tangan ini
    tangan ini tak sabar untuk memberikomeng
    memberikomengtar untuk puisi ini....

  1. Wardatul Adawiyah mengatakan...:

    wah...
    kayaknya kelebihan "g" pak!
    mungkin tangan.y nggak peke rem waktu ngetik.
    whahhaha :P

Posting Komentar

 
Mawarda © 2011 | Designed by Interline Cruises, in collaboration with Interline Discounts, Travel Tips and Movie Tickets