Aku ingin berteriak
Tapi tercekat di pangkal leher
Aku ingin menangis
Tapi tercekat diantara kedua mata
Aku ingin meronta
Tapi tercekat di sudut hati
Aku ingin kau disini
Perih…
Memenuhi rongga dada
Rindu…
Menatap sisa puing rasa
Berdiam diri bersama kelabu
Kurobek kisah yang berlalu
Kupelukangin yang menderu
Membuang khayal tentang dirimu
Jangan pergi
Tetaplah berama mawar kecil
Temani ia melihat semesta
Meski harus ada
Derita yang tercekal

betul-betul tercekat...
di sini tecekat...
di sana tercekat...
dimana-mana tercekat...
huuhh...tapi untunglah mata ini
mata ini tak tercekat oleh batu ayam goreng
untungnya tangan ini
tangan ini tak sabar untuk memberikomeng
memberikomengtar untuk puisi ini....