Dulu kita seperti Kepompong

Minggu, 17 Maret 2013 0 komentar





dulu kita sahabat
teman begitu hangat
mengalahkan sinar mentari
**
dulu kita sahabat
berteman bagai ulat
berharap jadi kupu kupu
***
kini kita berjalan berjauh jauhan
kau jauhi diriku ada sesuatu
mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
namun itu karena ku sayang

Malang (UMM), I’m Coming

Sabtu, 15 Desember 2012 4 komentar


Fajar, 23 Mei 2012, streeeeeeet…
Suara pena harga recehan itu mencoret salah satu tulisan diatas kertas itu, “ Kuliah di Universitas terkenal di jawa (Yogyakarta, Bandung, Bogor, Malang) setel`h lulus SMA tahun 2012”. Tulisan itu benar-benar menjadi sebuah mimpi nyata kala hari kemarin. Hari itu perasaanku penuh! Bahagia, sedih, dan spicles.. seolah tak pernah membayangkan tulisan ini benar-benar menjadi sebuah mimpi nyata dalam hidupku.
 “jangan pernah takut bermimpi menggenggam dunia,
karena seorang pemimpin lahir dari mimpi-mimpi yang ia tuliskan”

RUANG RINDU HUJAN

Senin, 03 Desember 2012 0 komentar


Bulir-bulir air dari langit perlahan berhenti sejenak. Meninggalkan gerimis manja setelah hujan deras usai mewarnai senja di kota malang. Angin berhembus sejuk membawa aroma bau tanah basah menyeruak dalam indera penciuman masuk ke rongga dada yang memenuhi sesak menyegarkan. Dingin semakin bergelayut memenuhi sudut ruang.
Bersama gerimis kulangkahkan kaki melewati genangan-genangan air berwarna coklat pekat. Pepohonan rimbun menyisakan daun berguguran yang jatuh dengan senada warna tanah. Cantik. Bagaikan musim semi di negeri sakura, meskipun hanya sekedar musim hujan di kota Malang bagiku sama saja indahnya jika perasaan hati memang sedang dilanda bahagia yang luar biasa.

Kertas Mimpi

Senin, 30 April 2012 2 komentar

Sebuah khayalan konyol
Termaktub di atas kertas mantera
Dengan tinta pena yang hampir sekarat
Menari hingga di penghujung kertas
Terus menari bersama kata
Hingga mimpi itu habis dalam memori
Tertinggal harapan dalam tekad
Tersimpan rapi dalam ingatan

Sebuah Langkah Kecil

Senin, 23 Januari 2012 0 komentar

Aku yakin dengan pepatah arab yang berbunyi “man jadda wa jada” yang berartikan “barang siapa yang bersungguh-sungguh ia akan mendapatkan” sebuah keyakinan yang akan melahirkan sebuah kepastiaan yang nyata. Boleh jadi, hari ini kita membutuhkan sesuatu itu saat ini juga akan tetapi, segala bentuk keputusan Allah adalah sebuah hal yang terbaik.
Tidak akan ada langkah besar sebelum engkau mengetahui sebuah langkah kecil, tidak ada perusahaan yang besar sebelum mendirikan sebuah toko kecil, tidak akan ada masa tua sebelum mereka melewati masa kanak-kanaknya. Dan tidak ada kesuksesan tanpa suatu kegagalan. Karena kegagalan mengajarkan kita untuk belajar memperbaiki kesalahan agar tidak kembali pada lubang yang sama.

Epilog Kehidupan Tuan Daun !

0 komentar


Laksana malam yang menghantui sang fajar agar segera terbit. Mendesah diantara pekatnya yang kian membekukan hati ini. Hingga dipenghujung fajar, aku masih pada diamku yang menggalaukan hati . Adakah  seseorang yang dapat menenangkan hati ini ? adakah seseorang yang dapat menarikku dari kemelut jiwa yang kian bergemuruh ? lalu siapa yang dapat menolongku ? saat orang tua, saat sahabat, saat teman tak ada disisi tak dapat mengerti diri ini ?.
Lalu aku betanya pada daun yang bergerak jatuh dari tempatnya, “apakah kau tahu pada siapa aku harus mengadu ?” daun itu menjawab “ mengadulah pada dzat yang menciptakan-Mu, pada dzat yang menakdirkanku jatuh dari tempatku yang damai diatas sana.”

 
Mawarda © 2011 | Designed by Interline Cruises, in collaboration with Interline Discounts, Travel Tips and Movie Tickets